Wednesday, December 17, 2008

TANYA SAMA ANGIN



Tanya sama angin
Mengapa hati sukar diduga
Nanti jawab angin
Hati ibarat awan

Tanya sama awan
Mengapa hati sukar diduga
Nanti jawab awan
Hujan turun sering tiba-tiba

Tanya sama hujan
Mengapa turunnya sering tiba-tiba
Hingga hati sukar diduga
Nanti jawab hujan
Mentari kadang terik kadang tidak

Tanya sama mentari
Mengapa kadang terik kadang tidak
Hingga hujan turunnya sering tiba-tiba
Hingga hati sukar diduga
Nanti jawab mentari
Itu aturan alam diciptaNya

Duhai angin,
Duhai awan,
Duhai hujan,
Duhai Mentari,
Bantulah hati ini tika ia diduga
Kelak akhirnya hati ini kembali kembali kepada PenciptaNya
Pencipta alam seisinya..

-Hati semendung awan-
monolog qudwahHumaira’

3 comments:

nuwairahsafwa said...

wahai saudaraku,
jgn tunggu masa lapang utk brjuang,
krn kehidupn ini smemangnya xakn menyediakn kelapangan...
hidup ini dujadikn pnuh dgn kesibukan,
maka org yg mennti kelapangan untk brjuang;
samada ia akhrnya tdk akan trjun ke medan juang atau hanya akan menempel di tepi medan..

TAK KENAL HENTI!!!!!!!
ssungguhnya bg mrk yg HUDUP UNTK PRJUANGAN usianya amt pnjg...
sepanjang PERJUANGAN itu sndiri,
brmula dr hari diciptakan Adam,
dan berakhir tatakala DIA memusnahkan alam..

ibnu halim said...

ni leh wat lagu P.RAMLEE ni..hebat!

Saladin said...

Hidup tidak selalunya indah,
Langit tak selalu cerah,
Siang malam tak berbintang,
Itulah lukisan alam,
Begitu aturan tuhan...

Jadilah rumput nan lemah lembut,
Tak luruh dipukul ribut,
Bagai karang di dasar lautan,
Tak terusik di landa badai...

sudah adat orang berjuang...